Kelompok 2:
1. Fernanda Caesari P
2. Nurul Karomah
3. Tanaya Dwita
4. Tsania Fathia
Tugas PLH kali ini membuat sejarah "Kabupaten Pangandaran"
A. SUMBER DAYA ALAM KAB.PANGANDARAN
Peninggalan Sejarah
Tugas PLH kali ini membuat sejarah "Kabupaten Pangandaran"
Kabupaten Pangandaran adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalahParigi. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar di utara, Kabupaten Cilacap di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Kabupaten Tasikmalaya di barat.
Lambang dari logo Kabupaten Pangandaran yaitu:
Perisai dengan warna dasar biru
Perisai dengan warna dasar biru melambangkan kedamaian, ketentraman, kesejahtraan yang merupakan keinginanantahuan tujuan utama masyarakat Pangandaran, selain itu warna biru juga melambangkan daerah perairan-pesisir yang merupakan daerah pariwisata
Bintang
Bintang dalah Simbol ketuhanan Yang Maha Esa
Kujang
Kujang Simbol pusaka Pajajaran, terdapat 5 lubang yang melambangkan dasar Negara Indonesia, kujang berwarna kuning, merah hitam melambangkan keadilan, keberanian dan kemakmuran.
Padi dan Kapas
Padi dan kapas simbol padi satu tangkai di sebelah kiri melambangkan makanan pokok masyarakat berjumlah 25 yang merupakan tanggal berdirinya Kabupaten Pangandaran sesuai dengan UU No. 21 tahun 2012 dan simbol kapas satu rangkai melambangakan kesuburan sandang dan pangan, berjumlah 10 yang menggambarkan bulan berdirinya Kabupaten Pangandaran, yaitu bulan ke-10 (Oktober) untuk tahun (2012) digambarkan dan dideklarasikan dalam jumlah 12 digambarkan dengan jumlah daun kelapa Angka-angka tersebutsesuaidengan UU No. 21 Tahun 2012
Pohon Kelapa Berwarna Hijau
Gambar pohon kelapa menggambarkan sumberdaya alam di Kabupaten Pangandaran, yaitu tanaman yang memiliki nilai ekonomi mulai dari buahnya, daunnya, pohonnya, dan sabutnya.Karena pohon kelapa banyak tumbuh subur di wilayah-wilayah Pangandaran, maka sebagian besar masyarakat hidup dari membuat gula. Daun kelapa sebanyak 12 buah melambangkan tahun disahkannya Kabupaten Pangandaran.
Gunung Berwarna Hijau
Gunung warna hijau melambangkan kesuburan tanah di wilayah Kabupaten Pangandaran sehingga berbagai tanaman tropis tumbuh dengan baik di seluruh kawasan Pangandaran.
Pagar atau Benteng
Pagar atau benteng berjumlah 10 menggambarkan kekuatan Kabupaten Pangandaran yang ditopang oleh 10 kecamatan.
Pondasi
Pondasi berjumlah 21 yang melambangkan dasar kekuatan Kabupaten Pangandaran adalah UU No 21 jut
Gelombang
Gelombang 17 dan 7 berwarna putih, menggambarkan sumberdaya alam laut dan perairan di Kabupaten Pangandaran berupa; laut, sungai, kolam, tambak dan rawa-rawa. Gelombang air sebanyak 17 berwarna putih menunjukan tanggal dilakukannya deklarasi pembentukan Kabupaten Pangandar anoleh Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran pada tanggal 17 (17 juli 2007)
Bunga
Bunga berwarna merah melambangkan keabadian, keadilan yang merata berdasarkan pancasila sebagai cita-cita bersama
Tulisan Kabupaten Pangandaran Berwarna Hitam
- Simbol: Identitas Kabupaten Pangandaran
- Warna : Hitam
Gambar Pita warna kuning
Gambar Pita warna kuning melambangkan persatuan dan kesatuan
Moto
Jaya Karsa Makarya Praja Jaya adalah kemenangan, keunggulan Karsa adalah ide-ide atau daya cipta yang selalu unggul sukses dalam pembangunan Makarya adalah mendirikan, membangun, mengerjakan hasil pekerjaannya indah dan megah Praja adalah Negara atau negri dan pemerintahan yang kuat tegar dan tangguh.
Wilayah Kabupaten Pangandaran dibatasi oleh:
Utara : Kabupaten Ciamis
Barat : Kabupaten Tasikmalaya
Selatan : Samudera Hindia
Timur : Kabupaten Cilacap
Barat : Kabupaten Tasikmalaya
Selatan : Samudera Hindia
Timur : Kabupaten Cilacap
Pembagian Administrasi
Kabupaten Pangandaran terdiri atas 10 kecamatan yang terdiri atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di kecamatan Parigi. Kabupaten Pangandaran merupakan pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Kabupaten ini resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan, yaitu :
a. Cigugur
b. Cijulang
c. Cimerak
d. Kalipucang
e. Langkaplancar
f. Mangunjaya
g. Padaherang
h. Pangandaran
i. Parigi
j. Sidamulih
b. Cijulang
c. Cimerak
d. Kalipucang
e. Langkaplancar
f. Mangunjaya
g. Padaherang
h. Pangandaran
i. Parigi
j. Sidamulih
Terbentuknya Kabupaten Pangandaran , sebagai sejarah baru , berdasarkan sidang Paripurna DPR RI dan Menteri Dalam Negeri, Kamis, 25 Oktober 2012, Kabupaten Pangandaran disetujui menjadi Kabupaten Baru sebagai Pemekaran dari Kabupaten Ciamis-Jawa Barat.
Sejarah Baru Pangandaran menjadi Kabupaten sebagai awal lahirnya Pangandaran sebagai Kota Wisata terpisah dari Kabupaten Ciamis. Jika kita pernah mendengar Sejarah Pangandaran tempo dulu hanya sebuah perkampungan nelayan yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga, tetapi jika kita tengok lebih kebelakang tentang cerita Pinisepuh dan Sesepuh Pangandaran, sesungguhnya Sejarah Pangandaran begitu besar, kita bisa lihat di Cagar Alam Pangandaran banyak peninggalan sejarah dari jaman KEDEWAAN seperti sendang Rengganis, sejarah Hindu seperti Situs Batu Kalde, dan sejarah perkembangan Pangandaran hingga sekarang menjadi Kabupaten Pangandaran.
Plt Bupati Pangandaran, Enjang Nafandi mengatakan, pihaknya ingin menghidupkan kembali penerbangan dari Nusawiru menuju kota besar seperti ke Bandung atau Jakarta.
Sebelumnya, penerbangan komersial ke Nusawiru pernah beroperasi tetapi tidak berlangsung lama karena pihak maskapai menghentikan operasionalnya.
“Kami ingin memperluas landasan Bandara Nusawiru, kembali membuka penerbangan dari Jakarta, Bandung ke Nusawiru. Itu sebagai upaya Pangandaran mensejajarkan diri bahkan melebihi kabupaten lain,” ungkap Enjang, di sela-sela silaturahmi dan diskusi ekonomi Priangan Timur di Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya, .
Enjang menambahkan, potensi Pangandaran yang kini menjadi daerah otonom dari Kabupaten Ciamis, cukup besar sehingga akan sangat menguntungkan bagi pelaku usaha jika mau berinvestasi. Potensi yang paling utama kata dia, masih di sektor kepariwisataan disusul perikanan, pertanian dan perkebunan.
“Untuk kepariwisataan, kita ingin menjadikan Pangandaran sebagai Bali-nya Jawa Barat, menjadi destinasi wisata yang mendunia,” katanya.
Langkah-langkah yang tengah dilakukan kata dia, dengan APBD Pangandaran tahun pertama mencapai Rp600 miliar, Kabupaten Pangandaran tengah berbenah termasuk pembangunan infrastruktur.
Dia juga sependapat dengan pemerintahan di Priangan Timur supaya mendorong kepada Provinsi Jawa Barat dalam percepatan pembangunan Tol Bandung – Ciawi Tasikmalaya yang kemudian dilanjutkan ke Pangandaran.
Bahkan ia berharap, dibangunan Tol Poros Tengah, dari Jakarta - Pangandaran melalui Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya menuju Pangandaran utara.
“Pembangunan infrastrutur yang sudah berlangsung, pembangunan Pelabuhan Samudra Bojong Salawe yang ditarget selesai tahun 2015 mendatang. Sementara di sector pariwisata akan menghidupkan seni dan budaya daerah,” katanya.
Dia berharap, pemerintahan Pangandaran mendapat dukungan dari pemerintahan di wilayah Priangan Timur. Dia sangat sependapat ada kajian ekonomi wilayah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga pembangunan infrastruktur bersama.
“Untuk merelisasikan itu kami proaktif, baik kepada kementerian maupun kepada provinsi. Respons pemerintah pusat cukup baik. Kami juga sepekat dengan forum kajian lintas kabupaten/kota untuk melahirkan gagasan-gagasan dalam upaya mensejahterakan masyarakat Priangan Timur,” katanya.
Pananjung
Pada awalnya desa Pananjung Pangandaran ini dibuka dan ditempati oleh para nelayan dari Suku Sunda. Penyebab pendatang lebih memilih daerah Pangandaran untuk menjadi tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil yang membuat mudah untuk mencari ikan. Karena di Pantai Pangandaran inilah terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut yang sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung inilah yang menghambat atau menghalangi gelombang besar untuk sampai ke pantai. Di sinilah para nelayan menjadikan tempat tersebut untuk menyimpan perahu yang dalam Bahasa Sunda nya disebut andar . Setelah beberapa lama banyak berdatangan ke tempat ini dan menetap sehingga menjadi sebuah perkampungan yang disebut Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata “Pangan” dan “Daran” yang artinya pangan adalah “Makanan” dan daran adalah “Pendatang”. Jadi Pangandaran artinya “Sumber Makanan Para Pendatang”. Lalu para sesepuh terdahulu memberi nama desa Pananjung, karena menurut para sesepuh terdahulu di samping daerah itu terdapat tanjung di daerah ini pun banyak sekali terdapat keramat-keramat di beberapa tempat. Pananjung artinya dalam bahasa sunda pangnanjung-nanjungna (paling subur atau paling makmur).
Pada mulanya Pananjung merupakan salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan sekitar abad XIV M. setelah munculnya kerajaan Pajajaran di Pakuan, Bogor. Nama rajanya adalah Prabu Anggalarang yang salah satu versi mengatakan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja pertama kerajaan Galuh Pagauban, namun sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh para Bajo (Bajak Laut) karena pihak kerajaan tidak bersedia menjual hasil bumi kepada mereka, karena pada saat itu situasi rakyat sedang dalam keadaan paceklik (gagal panen).
Pada tahun 1922, jaman penjajahan Belanda, oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat melepaskan seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tanaman langka.
Agar kelangsungan habitatnya dapat terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 setelah ditemukannya Bunga Raflesia padma status berubah menjadi cagar alam.
Agar kelangsungan habitatnya dapat terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 setelah ditemukannya Bunga Raflesia padma status berubah menjadi cagar alam.
Dengan meningkatnya hubungan masyarakat akan tempat rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian kawasan tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sehingga luas kawasan pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha.
Perkembangan selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/KPTS-II/1993 pengusahaan wisata Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani dalam pengawasan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, bagian Kemangkuan Hutan Pangandaran.
Pariwisata
Pantai Pangandaran
Pantai Karapyak
Pantai Karangnini
Pantai Lembah Putri
Pantai Batuhiu
Pantai Batukaras
Pantai Madasari
Pemandian Alam Citumang(Green Valley)
Cukang Taneuh(Green Canyon)
Muara karang
Pantai Karapyak
Pantai Karangnini
Pantai Lembah Putri
Pantai Batuhiu
Pantai Batukaras
Pantai Madasari
Pemandian Alam Citumang(Green Valley)
Cukang Taneuh(Green Canyon)
Muara karang
Pananjung Pangandaran
Pantai Pangandaran
Pananjung Pangandaran merupakan sebuah semenanjung indah yang dikelilingi oleh cagar alam dan dijadikan sebuah objek wisata di Pangandaran. Pangandaran terletak di Desa Panajung, Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.
Menurut sejarah pembentukannya, diduga Pananjung dulu merupakan sebuah pulau kecil, yang kemudian terhubung dengan daratan Pulau Jawa akibat proses sedimentasi pasir. Pananjung sekarang berstatus sebagai cagar alam. Dari tempat ini orang dapat menyaksikan keindahan terbit dan terbenamnya matahari.
Sebelum di tetapkan sebagai Cagar Alam (CA) kawasan hutan pangandaran terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa, hal ini berdasarkan Gb Tanggal 7-12-1934 Nomor 19 Stbl. 669, dengan luas 497 Ha, (luas yang sebenarnya 530 Ha) dan taman laut luasnya 470 Ha. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya setelah diketemukan bunga Raflesia Padma, status Suaka Margasatwa dirubah menjadi Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 34/KMP/1961.
Pantai Pananjung
Pantai Pananjung
Selain berfungsi sebagai taman nasional, Pananjung Pangandaran juga berfungsi sebagai pantai dan laut. Di sana, pengunjung bisa melakukan beberapa aktivitas, seperti berjalan di pinggir pantai, bersepeda, berenang, kano, snorking, menyelam, hiking, dan melihat peninggalan sejarah yang terdapat di sana. Biaya masuk Pananjung Pangandaran sebesar Rp.5500 dan termasuk biaya untuk mengelilingi semenjanung selatan Pangandaran. Pangandaran adalah sebuah hutan cagar alam yang dilindungi. Di dalamnya terdapat landak, kijang, burung elang, kalajengking dan monyet. Terdapat sebuah teluk kecil dan tumbuhan bakau di dalam Taman Nasional.
Peninggalan Sejarah
Selain flora dan fauna, di Pananjung juga terdapat beberapa gua yang menarik dikunjungi, seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal dan juga gua peninggalan Jepang saat Perang Dunia II. Tentara Pendudukan Jepang dahulu memang pernah merencanakan kawasan ini sebagai benteng pertahanan mengantisipasi apabila Sekutu menyerang dari arah laut selatan. Hal itu nyatanya tidak terjadi karena Sekutu datang dari utara. Hasilnya gua-gua dan benteng pertahanan itu masih terpelihara dengan baik sampai sekarang.Terdapat empat buah goa, yaitu meliputi : Goa Lanang, Goa Rengganis, Goa Sumur Mudal, dan Goa Miring. Disbut Goa Lanang karena didalamnya terdapat bantuan endapan yang berbentuk seperti kemaluan laki-laki. Disebut goa Rengganis, karena disana terdapat sumber mata air jernih dan tawar yang konon dahulunya menjadi tempat Dewi Rengganis mandi ketika abad kerajaan Sunda yang berpusat di Ciawi Ciamis. Barangsiapa yang mandi atau mengusap muka, konon akan segera mendapatkan jodoh. (ini hanya sekedar dogeng).
Disebut Goa Miring, karena kalau masuk kedalamnya harus memiringkan badan sejauh 30 meter dan bila tidak, maka tidak akan bisa masuk. Kemudian, disebut Goa Sumur Mudal, karena didalamnya terdapat sumber air yang terus-menerus menetes dan ketika ditampung dengan enber atau tempat lainnya akan “mudal”, airnya tumpah karena penuh. Di Pantai Pangadaran, setiap pengunjung dapat melakukan antara lain berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jetski, dan lain-lain.
Selain gua, rupanya kawasan ini juga menyimpan sisa puing-puing peninggalan kerajaan Pananjung, Galuh, yaitu dinamai Batu Kalde.
Jenis Tumbuhan di Cagar Alam Pannjung Pangandaran
Jenis Tumbuhan di Cagar Alam Pannjung Pangandaran
Jenis pohon yang penyebarannya paling tinggi di cagar alam Pananjung Pangandaran adalah Andong, kemudian jenis lain yang cukup dominan adalah Laban. Sedangkan jenis pohon yang penyebarannya sangat minim di lokasi tersebut antara lain yaitu: Walikukun, Kelepu, Teureup, Menteng, Beringin, Walen, Jamura, Ki Huut, Renghas, dan Pulus. Selain pohon tersebut, terdapat beberapa jenis pohon introduksi di cagar alam ini seperti Salam, Jati, dan Huni yang tumbuh secara alami. Keberadaan pohon jati di lokasi, diperkirakan karena terjadi ekspansi pohon jati dari Taman Wisata Alam Pangandaran (TWAP) menuju cagar alam Pananjung Pangandaran dan apabila dilihat sejarah cagar alam ini, sekitar kurang lebih 70 tahun lalu di dalam kawasan ini terdapat pemukiman penduduk, sehingga ada kemungkinan bahwa pohon jati sengaja ditanam oleh penduduk yang tinggal di kawasan tersebut.
Kebudayaan Tradisi dan Kesenian Masyarakat Pangandaran
Kebudayaan yang unik selalu ada di setiap daerah, tidak terkecuali di Pangandaran. Banyak kebudayaan maupun kesenian masyarakat Pangandaran yang cukup menarik yang dapat menjadi suatu yang lebih menonjol dari Pangamdaran. Pangandaran kaya akan budaya dan kesenian, seperti Sintren, Kuda lumping, Kentongan, Ronggeng gunung, Wayang landu atau yang sering disebut Wayang Golek, kesenian Bebegig dan sebagainya.
Selain keseniannya yang beragam, mesyarakat Pangandaran juga memiliki banyak kebudayaan tradisi yang cukup menarik seperti, Tradisi Amomg-among yang merupakan do’a bersama yang dilakukan untuki niat. Tradisi hajat laut suatu ritual melarung sesajen kelaut lepas. Tradisi ini dilaksanakan sebagai rasa syukut nelayan atas kemurahan Tuhan yang telah memberikan limpahan alam yang tidak terhingga. Dengan tradisi dan budaya inilah masyarakat Pangandaran mempunyai tujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara suatu individu dengan individu yang lain.
B. SOSIAL BUDAYA KAB. PANGANDARAN
Kebudayaan dan Kesenian yang ada di Ciamis Khususnya Pangandaran
Kebudayaan disuatu tempat dapat dijadikan suatu ciri khas suatu daerah. Peran serta masyarakat yang berpengaruh terhadap segala aspek kegiatan di wisata Pangandaran termasuk tradisi dan keseniannya. Kebudayaan dapat berupa peradaban, kesenian, atau kecerdasan. Jika kita telaah lebih dalam kebudayaan dan kesenian yang ada di Pangandaran, jelas Pangandaran memiliki potensi budaya menarik yang bisa di andalkan. Seperti tradisi among-among, tradisi hajat laut, panen raya, nutu dan sebagainya. Kebudayaan masyarakat Pangandaran memeng sangat beragam dan memiliki potensi budaya yang menarik, karena letak geografis Pangandaran yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah menyebabkan akulturasi budaya sehingga menjadikan Pangandarankaya akan budaya dan kesenian. Kebudayaan yang ada di masyarakat Pangandaran yaitu Ronggeng Gunung, Wayang landung atau wayang golek, Kuda lumping, Sintren, kentongan, kesenian Bebegig banyak sekali kebudayaan masyarakat Pangandaran yang berbeda dengan daerahlain, separti pagelaran wayang golek, telah terjadi proses akultirasi yang membedakan wayang landung di Pangandaran dengan di Bandung.
Di Pangandaran sudah lebihVariatif lagi karena sudah dicampuri gamelan Jawa. Musiknyapun berbeda, wayang landung memeng diadaftasi dari beberapa idiom tradisi bentuknya diambil dari orang-orangan sawah namun wanda dan rupanyadari wayang golek. Terbuat dari jerami, eurih, kararas, dan janur. Wayang landung mudah dibuat oleh siapa saja, murah pula biayanya karena terbuat dari unsure dedaunan yang ada disekitar rumah, bentuknyapun menarik kerena memiliki tinggi 4 meter dengan bentuk wayang golek. Memainkan wayang landung sama halnya dengan wayang golek, karena tangannya diberi tuding bambu yang dipegang oleg seorang penari yang memenggulnya. Kendati beratnya mencapai 25 Kg, namun pemanggulnya dapat bergerak lincah untuk melakukan konfigurasi tari maupun berjalan jauh. Selain kesenian asal Pangandaran yang patut untuk dilestarikan, meskipun kesenian Bebegig selalu di sangkut pautkan dengan sifat mistik karena tampilan-tampilannya yang seram. Tetapi denga wajah seramnya itu bebegig dapat menarik perhatian masyarakat pencintanya. Para pembuat kedok atau topeng bebegig pergi ke makam untuk menemukan suasana seram. Pengguna akan menyimpan kedok bebegig di makam hingga tiga hari. Dari pemakaman umum itu ratusan orang keluar dan berorak-orak keliling Desa. Bebegig akan ditinggalkan di makam khusus setelah acara selesai, seni tradisi spektakuler karena melibatkan banyak orang untuk orak-orakan. Selain itu masrarakat dari muda hingga tua meu mengeluarakan uang sendiri sekitar Rp.250.000,- untuk membeli bebegig.
Selain kesenian landung dan bebegig, tradisi Among-among adalah suatu tradisi masyarakat Pangandaran yang hampir punah dan ditinggalkan oleh masyarakat Pangandaran. Tradisi amomg-among merupakan sebuah kegiatan semacam do’a bersamayang dilakukan untuk suatu niat namun dilakukan oleh sekelompok anak-anak Pangandaran. Amomg-among sendiri merupakan sebuah rasa syukur yang diungkapkan oleh sebuah keluarga untuk kebaikan anak kecilnya, biasanya acara ini biasanya di pmpin oleh seorang Ustadz atau ustadzah yang dekat dengan anak-anak ataupun orangtua yang disegani oleh anak-anak.
Hal unik dari among-among adalah setelah berdo’a anak-anak ini dicipratkan air dengan menggunakan daun yang ada di dalam mangkok atau wajan. Setalah itu semua anak-anak dibagi makanan. Among-among tradisional biasanya makannanyapun khas sekal yauti seongok nas yang di bubuhi urab ( rebus-rebusan sayuran yang ditaburi bumbu dari kelapa atau dari sepotong telor bebek atau telor ayam ).
Jika kita melihai budaya ini, kita tidak melihat jumlah makanan yang dibagikan, tetapi rasa kebersamaan dan keikhlasan untuk berdo’a bersama anak-anak dan juga kegembiaraan yang didapat anak-anak. Biasanya among-among ini diadakan jika member nama seorang anak, ulangtahun seorang anak ataupun ketika anak selamat dari marabahaya.
Selain itu, tradisi hajat laut adalah tradisi yang masih dipelihara dengan apik oleh masyarakat Pangandaran khususnya para nelayan. Tradisi hajat laut adalah tradisi melarung sesajen kelaut lepas, sebagai bentuk rasa syukur Kepada Tuhanyang telah memberikan nikmat yang tak terhingga. Biasanya tradisi ini digelar setiap senin atau kamis terakhir di bulan Muharam, sebelum acara puncak digelar biasanya sebelumnya diadakan acara seperti kesenian tradisional, pancing pasiran, perahu dayung, perahu hias, tangkap bebek di laut, belaran dan kirab dongdangdan sebagai kegiatan puncak digealr kegiatan melarung dan tabur bunga.diakhir acara akan di tutup dengan pentas seni. Alasan diadakannya acara syukuran nelayan tersebut amat sederhana, yakni untuk memberikan persembahan berupa sesajian kepada penguasa pantai selatan yang telah memberikan kemakmuran kepada para nelayan. Selama ini hubungan dengan sesaji itu tujuannya bukan untuk di persembahkan untuk ratu pantai selatan atau Nyi Roro Kidul, itu sebagai simbol saja. Para tokoh agama di pangandaran menganggap bahwa hajat laut hanya sekedar syukuran saja, jadi dalam melaksanakannya hajat laut tidak ada unsure kemusrikan. Masyarakat Pangandaran berpendapat bahwa tradisi hajat laut sama sekali bukanlah hal yang bid’ah karena menurut mereka sepantasnya kita menjaga, serta memelihara warisan nenek moyang.
Prosesi hajat laut sebelum para nelayan membawa sesajen ketengah laut, diadakan do’a terlebihdahulu seperti pembacaan ayat sicu AL-Qur’an dan pembacaaan Yasin, setelah seluruh rangkaian acara do’a selesai saat yang ditunggu-tunggu oleh para nelayan ini pun tiba, sekitar pukul 12.00 jempana (sesaji) mulai diturunkan ke pinggir laut. Beberapa sesaji yang berisikan kepala kerbau dan kambing untuk dihanyutkan ke laut, satu – persatu jempana mulai dinaikan ke atas perahu besar dan selanjutnya dibawa ke tengah laut, jempana tersebut satu-persatu mulaiditurunkan dari perahu untuk kemudian ditenggelamkan, dengan seketika para nelayan membawa ember dan berloncatan ke tengah laut untuk lebih dekat dengan jempana utama. Setelah jempana dilempar dan perlahan tenggelam, para nelayan berebur air laut di sekitar jempana itu tenggelam untuk seterusnya diguyurkan ke perahu mereka. Konon dengan cara seperti itu diharapkan dalam satu tahun kedepan para nelayan bisa mendapat keberkahan dengan hasil tangkapan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Sikap Pemerintah Terhadap Kebudayaan di Pangandaran
Pangandaran memilikim potensi budaya yang sangat besar pengaruhnya terhadap daya tarik wisata, maka dari itu harus ada penanganan khusus terhadap kebudayaan Pangandaran. Sangat disayangkan bila pemerintah belum nengoptimalkan budaya sebagai potensi wisata Pangandaran. Seharusnya pemerintah bisa menjual Pangandaran dari sisi budayayang juga bukan hanya alamnya saja. Wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran saat ini hanya menikmati alamnya saja, padahal di Pangandaran juga terdapat berbagai budaya dan kesenian menarik yang bisa dijadikan potensi wisata. Sampai saat ini Pangandaran terbuka di wilayah pantai barat yang baru selesai di renovasi beberapa bulan lalu juga belum di manfaatkan secara optimal, sangat diharapkan pemerintah bisa menggelar kesenian daerah di Pangandaran seminggu sekali atau minimal sebulan sekali. Pagelaran secara rutin, selain memperkenalkan budaya daerah juga bisa memperlihatkan budaya daerah, juga bisa melestarikan dan membantunya untuk tetap eksis diantara pagelaran modern yang sedang digandrungi saat ini.
Potensi budaya di Pangandaran harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Banyak kebudayaan maupun tradisi yang cukup menarik, dan jika kebudayaan tersebut di kembangkan akan manjadi sisi lain yang menarik di Pangandaran.
Saat ini seni tradisional Indonesia yang merupakan kekayaan intelektual terancam, diakui juga oleh Negara lain sebagai kesenian aslinya, seperti kasus angklung, lagu rasa sayange, dan terakhir Reog Ponorogo yang di klaim oleh Negara Malaysia. Pemerintah harus singkil dan memberikan perlindungan terhadap seni tradisi Indinesia. Baik itu dengan Undang-undang hak cipta maupun dengan semakin memperbanyak event-event budaya di berbagai wilayah agar seni tradisi semakin terpublikasikan lebih luas lagi. Disamping itu banyaknya kegiatan tersebut memberikan gairah kepada seniman penggarapnya untuk menampilkan yang terbaik sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Kebudayaan Masyarakat Pangandaran Merupakan Salah Satu Daya Tarik Wisatawan
Pangandaran adalah salah satu objek wisata yang cukup popular di masyarakat Indonesia maupun Manca Negara, lokasinya di bagian selatan Jawa, masuk dalam wilayah kabupaten Ciamis Jawa Barat. Untuk mencapau tempat ini hanya diperlukan waktu tidak lebih dari 2 jam dari kota Ciamis, atau sekitar 5 jam dari Bandung. Selain itu letak geogarfis Pangandaran strategis berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran saat ini hanya menikmati alamnya saja, padahal Pangandaran juga teradapat berbagai budaya dan kesenian yang menarik yang dapat dijadikan potensi wisata. Salah satu penggerak pariwisata lokal Working Group (LWG) Pangandaran menuturkan potensi di Pangandaran harus mendapat perhatian khusus yang dapat menjadi sisi lain yang menarik dari Pangandaran dan dapat menarik wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke Pangandaran. Contohnya saja kesenian wayang landung, atraksi seni wayang landung yang baru seumur jagunglangsung menuai prestasi. Sejak diciptakan awal Agustus 2007 oleh seniman Ciamis, Pandu Radea. Seni helaran kreasi baru ini mampu menjuarai dua event besar. Prestasi pertama yang diraih wayang landung yaitu tampil sebagai 10 terbaik dalam kegiatan Parade Budaya Nusantara di Bali pada September 2007, kegiatan prestisius tersebut diikuti oleh 50 peserta dari dalam dan luar negeri. Saat itu wayang landung menjadi utusan dari kabupaten Ciamis sekaligus mewakili Jawa Barat bersama kabupaten Sumedang. Kemudian pada event Parade Kemilau Nusantara yang usai diselenggarakan pasa 25 November 2007, untuk tingkat Jawa Barat yang diikuti oleh 24 kabupaten. Wayang landung sebagai juara ke-2 setelah konntingen Cirebon yang menjadi juara pertama dengan kesenian Burog-nya. Hal ini dapat dijadikan bukti bahwa kesenian dan tradisi yang ada di Pangandaran tidak dapat dipandang sebelah mata, selain itu tradisi hajat laut nelayan Pangandaran dapat menarik perhatian wisatawan asing. Hai ini dibuktikan dengan diadakannya tradisi laut pada harikamis bulan Muharam ribuan nelayan, warga, wisatawan lokal dan wisatawan asing memadati bibir pantai timur Pangandaran, kedatangan mereka untuk menyaksikan hajat laut Pangandaran atau tradisi melarung sesajen ke laut lepas.
C. EKONOMI KAB. PANGANDARAN
Istilah Pantai Pangandaran
Istilah pantai pangandaran ini memiliki 2 kata pantai dan pangandaran.
Pantai adalah tempat daratan bertemu dengan lautan yang dihancurkan dan di bangun oleh gerakan pantai adalah :
Sebuah bentuk geografis yang terdiri atas pasir dan terdapat di daerah pesisir laut dan menjadi pembatas antara daratan dan pesisir laut Pangandaran terdiri dari 2 kata yaitu pangan dan daran yang artinya:
Pangan adalah makanan dan daran adalah pendatang. Jadi pangandaran adalah sumber makanan para pendatang
Pengertian Perekonomian
Secara umum bisa dibilang bahwa Ekonomi adalh sebuah bidang kajian tentang sumber daya material.
Perekonomian merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam rangka mencukupi kebutuhan tersebut, dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai bidang antara lain : Permintaan, Penawaran, Produksi, Distribusi, Barang Dan Jasa. Perekonomian tidak dapat di lepaskan karena saling berkaitan. Selain berkaitan dengan wilayah juga perekonomian sumber kekayaan alam, sumber daya manusia, Cita-cita, Kekuasaan dan Kebijaksanaan Perekonomian.
KONSEP MASYARAKAT
Masyarakat pantai pangandaran memiliki konsep ekonomi yang memanfaatkan sumber daya yang ada misalnya : Ikan, kerang, dan hasil laut lainnya dari hasil laut yang ada masyarakat memanfaatkan juga ikan hasil laut yang dijadikan asin dan limbah kerang yang dijadikan Cendra mata, Ada juga mata pencaharian yang bergerak di bidang jasa seperti Hotel, Penginapan, Perahu, Odong-odong Dan Sepeda Sewa usaha itu semua menjadikan masyarakat pangandaran mendapatkan banyak untung apalagi jika musim liburan tiba.
Pengaruh pantai pangandaran terhadap perekonomian masyarakat sekitar, Pengaruh pantai pangandaran sangatlah besar karena selain dari hasil laut yang melimpah membantu meningaktkan pendapatan masyarakat pantai pangandaran yang sebagian besar sebagai nelayan
Adapun dari pengunjung yang banyak mengunjungi pantai Pangandaran menjadikan para pedagang sekitar pantai sangat terbantu dengan kehadiran Wisatawan karena selain bisa menjual Makanan, Cendra Mata, Menyewakan Sepeda, Mobil Goes, yang meningkatkan perekonomian masyarakat skekitar karena jika pengunjung Pangandaran banyak maka perekonomian sekitarpun akan semakin meningkat dengan begitu banyak banrang dagangan yang laku terjual oleh para pedangang pantai pangandaran.
Dengan adanya objek wisata pantai pangandaran yang semakin terkenal menjadikan perekonomian sekitarpun semakin maju, dikarenakan penduduk bisa menjajakan dagangan nya di sekitar pantai pangandaran selain itu juga kebanyakan menyewakan penginapan seperti : Losmen, Dan Hotel disamping itu banyak pedagang asongan yang ikut berdagang disekitaran Hotel.
Masyarakat sekitar pantai pangandaran sebagian besar memanfaatkan pantai pangandaran dengan cukup baik karena selain memanfaatkan hasil laut sebagaian nelayan untuk mencari ikan, ada juga yang memanfaatkan dengan menyewakan Perahu, Skyboat, Dan lain-lain. Selain itu juga dengan tangan masyarakat yang kreatif limbah kerangpun mereka sulap menjadi cendra mata atau aksesoris yang indah yang menjadikan nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Untuk melihat Pasir putih yang indah disediakan penyewaan perahu sebagai transportasi untuk melihat pasir putih tepatnya yang berada di sebelah timur dari pantai pangandaran jika di klarifikasikan sebagian besar mata pencaharian masyarakat pantai pangandaran :
Sebaai Nelayan
Nelayan mengcari ikan ke laut pada pagi dan sore hari dengan hasil yang banyak mereka bisa menjualnya ke pelelangan ikan (TPI) Ada juga sebagian nelayan yang menjadikan hasil tangkapannya sebagai ikan asin ataupun di konsumsi sendiri.
Salah satu ikan asin khas pangandaran yaitu ikan jambal roti.
Pedagang
Pedagang pantai pangandaran sangat bergantung pada wisatawan yang datang karena semakin banyak pengunjung maka penghasilan semakin meningkat , Seperti halnya Pakaian, Makanan, Aksesoris ataupun Cendra Mata lainnya yang kira-kira omset/harinya bisa mencapai 2jt/hari untuk pejual pakaian.
Jasa Pelayanan
Jasa Pelayanan masyarakat pantai pangandaran bisa berupa menyewakan Sepeda, Perahu, Ataupun Mobil Goes yang sangat membantu wisatawan untuk mengelilingi dan melihat tempat-tempat wisata di sekitar pantai pangandaran, disamping itu tidak sedikit masyarakat yang menyewakan Penginapan, Atau Hotel yang sangat membantu bagi para wisatawan yang ingin berlibur dalam waktu yang cukup lama.
Demikian blog daritugas PLH kami, bila ada kekurangan dalam penulisan mohon dimaafkan.
Wassalamualaikum wr.wb




































